Skip to content

Berpakaian tapi Telanjang

Desember 19, 2009
tags:

Islam telah memberikan tuntunan kepada wanita muslimah dalam hal berpakaian.Karena banyaknya propaganda musuh-musuh Allah akhirnya banyak wanita yang enggan mengikuti syariat Islam dalam hal berpakaian. Berikut adalah syarat-syarat busana muslimah yang benar menurut para ulama, yang jika dipraktekkan insya Allah tidak ada lagi wanita-wanita yang “berpakaian tapi telanjang” :

1. Menutup seluruh tubuh

Menutup seluruh tubuh disini selain yang memang telah dikecualikan oleh al-Quran dalam firman-Nya:

“…kecuali yang (biasa) nampak dari padanya…” QS AnNuur : 31

yang menurut pendapat yang lebih kuat, yaitu muka dan dua tapak tangan.

2. Tidak bermaksud untuk menarik perhatian laki-laki

Allah berfirman :

” … dan janganlah menampakkan perhiasannya … ” (QS An Nuur 31)

Makna umum dari kalimat ini termasuk pakaian luar, sebab apabila ia berhias maka akan menarik perhatian laki-laki. Hal ini didukung oleh ayat di dalam surat Al-Ahzab

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu, dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah dahulu.” (AI-Ahzab:33)

3.Tidak transparan

Pakaian yang transparan tidak dapat menutup dengan sempurna, karena masih tertembus oleh pandangan orang. Pakaian semacam ini justru membuat wanita menjadi lebih cantik dan menarik.

Dengan mempertimbangkan hal ini Rasulullah SAW  bersabda “Pada akhir zaman di antara umatku akan ada wan ita-wan ita yang berpakaian tapi telanjang dengan sesuatu di kepalanya seperti punuk unta. Kutuklah mereka karena mereka terkutuk. Di hadits yang lain ditambahkan, ‘mereka tidak akan masuk ke surga meskipun baunya dapat tercium dari jarak begini dan begini’.” (Hadits Muslim)

Ibnu Abdil Barr mengatakan bahwa yang dimaksud Rasulullah adalah wanita yang mengenakan pakaian yang terbuat dari bahan kain terang yang tidak menutup. Mereka berpakaian secara nama namun telanjang pada hakikatnya.

4. Longgar; tidak membentuk bagian tubuh

Kegunaan pakaian adalah untuk mencegah fitnah godaan dan ini  hanya dapat dicapai  jika pakaian tersebut lebar dan longgar. Pakaian-pakaian yang ketat walaupun menyembunyikan warna kulit akan tetapi tetap menunjukkan ukuran dan bentuk tubuh atau bagian tubuh dan menimbulkan gairah imajinasi pria. Jadi pakaian harus lebar. Usamah bin Zaid berkata “Rasulullah SAW memberiku sebuah kain Mesir tebal yang merupakan salah satu hadiah yang diberikan kepada beliau oleh Dihyah AI Kalbi. Kemudian kuberikan kepada istriku untuk dipakai. Beliau berkata “Beritahukan kepadanya untuk memakai sebuah kain di bawahnya sebab saya khawatir itu akan menggambarkan ukuran tulang¬tulangnya.” (Hadits riwayat Ahmad dan Baihaqi)

5. Tidak menggunakan parfum

Ada banyak hadits yang melarang kaum wanita untuk memakai parfum setiap keluar dari rumah-rumahnya.

“$iapa saja wanita yang memakai parfum kemudian melewati sekelompok orang sehingga mereka mencium baunya maka dia adalah pezina”.

”lika salah seorang diantara kalian (wanita) keluar ke masjid janganlah ia menyentuh parfum.”

“$etiap wanita yang mengharumkan dirinya dengan bakhoor (dupa) janganlah ia salat isya bersama kami.”

Musa bin Tassar mengatakan bahwa seorang wanita dilewati oleh Abu Hurairah, dan wanginya tercium. la berkata “Hai, wanita budak AI-Jabar, apakah kamu akan ke masjid? Wanita itu menjawab, “Ya.” Abu Hurairah berkata, “Kembalilah dan mandilah karena saya mendengar RasulullahSAW bersabda, ‘Apabila seorang wanita menuju ke masjid dan wanginya tercium, maka Allah tidak akan menerima salat apapun dari dia hingga ia pulang ke rumahnya dan mencuci dirinya.”

Hadits-hadits ini pengertiannya umum.

Bukan hanya sebagai penghalang untuk memakai parfum di tubuh, akan tetapi juga menghalangi parfum untuk digunakan  pada pakaian. Terutama pada hadits ketiga, disebutkan dupa, sebab benda ini digunakan secara khusus sebagai parfum untuk pakaian. Alasan pelarangan ini cukup jelas, dimana wangi bau harum wan ita tersebut dapat mengakibatkan dorongan-dorongan keinginan yang tidak sepantasnya. Para. ulama juga memasukkan hal-hal lain yang harus dihindari oleh wanita yang ingin pergi ke masjid. Seperti pakaian yang penuh dengan hiasan dan bercampur dengan laki¬laki.

Ibnu Daqiq AI-‘Ied mengatakan, “Hal ini menunjukkan bahwa hal tersebut terlarang bagi wanita yang ingin pergi ke masjid, sebab dapat mengakibatkan dorongan syahwat kaum lelaki.”

6. Tidak menyerupai pakaian lelaki

Disebutkan dalam hadits sahih bahwa seorang wanita yang menyerupai laki-Iaki dalam berpakaian atau dalam hal lain adalah terkutuk.

“Rasulullah melaknat laki-Iaki yang memakai pakaian wan ita dan wanita yang memakai pakaian laki-Iaki.”

Hadits ini secara jelas menunjukkan bahwa wan ita dilarang untuk menyerupai laki-laki dan sebaliknya. Hal ini biasanya juga termasuk pada masalah yang lain, kecuali had its pertama yang disebutkan di atas hanya menyebutkan pakaian. Abu Dawud berkata di dalam Masail Imam Ahmad: Saya mendengar Ahmad ditanya tentang seorang laki-Iaki yang memakaikan sebuah jubah kepada budak wanitanya. Dia berkata, ‘Jangan mengenakan padanya pakaian laki-laki. jangan menjadikannya seperti laki-Iaki. ”

Abu Dawud berkata, “Saya mengatakan kepada Ahmad, ‘Dapatkah ia memberikan sandal pria perjaka untuk dipakai?, la berkata ‘Tidak, kecuali jika memakainya untuk berwudhu. ‘

Saya bertanya, ‘Bagaimana jika untuk kecantikan?’

la menjawab, ‘Tidak.’

Saya bertanya, ‘Dapatkah ia memotong rambut budak wanita tersebut hingga pendek?’ la berkata, ‘Tidak!”

7. Tidak menyerupai pakaian kaum kafirin

Syariat telah mengatur bahwa seorang muslim laki-Iaki dan perempuan tidak boleh menyerupai atau meniru orang kafir dalam ibadah, festival-festival atau pakaian yang merupakan kekhususan orang-orang di luar Islam. Ini merupakan prinsip penting yang telah banyak diabaikan oleh kebanyakan muslim. Termasuk oleh mereka yang me rasa peduli terhadap Islam dan mengajak orang lain kepada Islam.

Itu sebenarnya berawal dari ketidakpedulian mereka terhadap agama. Kemudian mereka cenderung mengikuti tingkah laku dan keinginan mereka. Merekapun melakukan penyimpangan yang digabungkan dengan kebiasaan dan gaya hidup moderen orang-orang Eropa. Hal ini merupakan salah satu penyebab kemunduran dan kelemahan muslimin. Orang-orang kafir pun dengan mudahnya menguasai umat.

8. Bukan pakaian ketenaran dan kesombongan

Ibnu Umar  berkata, “Rasulullah SAW  bersabda, ‘Siapapun yang memakai pakaian ketenaran dan kesombongan di dunia ini, maka Allah akan memakaikan pakaian kepadanya dari neraka pada hari kebangkitan dan itu akan membakar sekelilingnya.”Menurut Yusuf Qaradhawi dalam buku Halal dan Haram :”… yang disebut kesombongan itu ialah bermaksud untuk bermegah-megah dan menunjuk-nunjukkan serta menyombongkan diri terhadap orang lain. Padahal Allah samasekali tidak suka terhadap orang yang sombong.

Seperti firmanNya:

“Allah tidak suka kepada setiap orang yang angkuh dan sombong.” (al-Hadid: 23)

Dan Rasulullah s.a.w. juga bersabda:

“Barangsiapa melabuhkan kainnya karena sombong, maka Allah tidak akan melihatnya nanti di hari kiamat.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Kemudian agar setiap muslim dapat menjauhkan diri dari hal-hal yang menyebabkan kesombongan, maka Rasulullah s.a.w. melarang berpakaian yang berlebih-lebihan, dimana hal tersebut akan dapat menimbulkan perasaan angkuh, membanggakan diri pada orang lain dengan bentuk-bentuk lahiriah yang kosong itu.”

3 Komentar leave one →
  1. Aisya Harie permalink
    Desember 22, 2009 7:02 am

    Arigato gozaimasu..!

  2. Januari 6, 2010 6:45 pm

    Syukron buat ilmunya..
    Kalo bisa dikirim saja ke setiap pengguna media ini…!!!

  3. heru permalink
    Februari 6, 2010 10:41 am

    Wanita adalah permata, diamond, safir, intan, berlian, dan semua jenis sebutan yang luar biasa. Ia begitu dijunjung, maka jangan kalian merendahkan diri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: