Skip to content

Mukmin yang Tangguh

Desember 7, 2009

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabbnya. Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi, tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.” (Q.S. Ibrahim: 24-26)

Dalam ayat ini Allah menyerupakan kalimat yang baik (thayyibah) dengan pohon yang baik. Sebab kalimat yang baik akan menghasilkan amal shalih

Sebagaimana pohon yang baik juga menghasilkan buah yang bermanfaat. Menurut jumhur mufassirin (mayoritas ulama tafsir) kalimatyang baik ini tidak lain adalah kalimat syahadat, bahwa tiada ilah selain Allah. Kalimat ini menghasilkan seluruh amal shalih yang diridhai Allah, baik yang zhahir maupun bathin.

Ali bin Abu Thalhah menafsirkan dari Ibnu Abbas bahwa pohon yang baik di sini adalah orang mukmin. Sementara akarnya yang teguh adalah kalimat syahadat di dalam hati orang mukmin. Sedangkan menurutAr-Rabi’ bin Anas akar yang tidak mudah dicabut adalah keikhlasan di dalam hati dan cabang yang menjulang ke langit adalah rasa takut kepada Allah (khasyatullah).

Pendapat senada juga diungkapkan oleh Athiah Al-Aufa. Menurutnya, seorang mukmin setiap saat akan’ selalu membuahkan amal shalih yang tidak pernah habis sampai kapan pun, selama ia masih hidup. Tapi hal itu tergantung dari keteguhan syahadatnya di dalam hati, kecintaan hati kepadanya, keikhlasan diri di dalamnya, makrifat jiwa terhadap hakikatnya serta pemenuhan dan perhatian terhadap konsekuensi-konsekuensinya. Selagi kalimat itu kokoh maka akan lahir darinya buah amal shalih yang akan terangkat kepada Allah.

Kalimat yang baik ini juga menghasilkan sekian banyak kalimat baik lainnya yang mendampingi amal shalih seperti dikatakan dalam firman Allah: ” … Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang shalih dinaikan-Nya … “(Q.S. Fathir:10)

Menurut Ar-Rabi’ bin Anas makna akar yang teguh adalah perumpamaan orang Mukmin yang ikhlas dalam beramal di dunia karenaAllah semata dan dalam menyembah-Nya tidak menyekutukan-Nya, Sedangkan makna cabang yang menjulang ke langit adalah seluruh amal dan ibadah yang dilakukan di dunia itu akan tercatat dan selalu disebut-sebut di langit sehingga akan membuahkan hasil di akhirat berupa kenikmatan surga.

Hikmah dari Perumpamaan

Menurut Ibnu Qayyim, pangkal pada pohon iman adalah ilmu, ma’rifat dan keyakinan. Sementara cabangnya adalah keikhlasan, rantingnya adalah amal shalih, daun dan buahnya adalah apa-apa yang dihasilkan dati ibadah dan amal shalih tersebut yakni berupa pengaruh¬pengaruh bagi si pemilik iman, baik pengaruh internal maupun eksternal.

Secara internal buah ibadah dan amal shalih akan menciptakan mental dan sifat terpuji serta akhlak yang mulia dalam kehidupan. Hal ini akan menimbulkan kebahagiaan dalam diri seorang mukmin. Dan secara eksternal hal itu akan menimbulkan respon positif dari orang-orang di sekitar mukmin terse but berupa perlakuan yang baik, pemberian rizki, kemudahan urusan dan lain-lain. Secara eksternal pula, Allah akan memberinya ganjaran berupa pahala yang akan mengantarkannya ke surga.

Pohon tidak dapat bertahan hidup kecuali ada yang mengairi dan menumbuhkannya. Jika tidak ada air, ia akan cepat kering dan lama-lama mati. Demikian pula halnya dengan pohon iman yang tumbuh di dalam hati seseorang. Jika ia tidak menangani pengairan imannya setiap saat dengan ilmu dan amal shalih yang bermanfaat, maka iman di hatinya juga akan cepat kering dan mati.

Imam Ahmad dalam musnadnya menyebutkan satu hadits dari Abu Hurairah: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Sesungguhnya iman itu menjadi usang di dalam hati sebagaimana kain yang menjadi usang, maka perbaharuilah iman kalian. ”

Secara umum dapat dikatakan, bahwa jika tanaman tidak diurus terus-rnenerus oleh pemiliknya, maka ia akan cepat punah. Dan hakikat ini dapat diketahui bahwa betapa besamya kebutuhan setiap hamba akan perintah Allah, berupa ibadah dan amal shalih. Artinya perintah-perintah dan tuntunan itu diwajibkan karena bisa menjadi elemen yang mengairi tanaman iman. Pada gilirannya iman yang hidup, seperti pohon yang subur, akan memberikan kebaikan hidup pula bagi pemiliknya, baik di dunia maupun akhirat.

Hama Perusak Iman

Makna lain dari perumpamaan ini adalah tentang hal¬hal yang mengganggu kesuburan pertumbuhan pohon iman. Seperti yang biasa terjadi, setiap tanaman yang baik pada umumnya akan diganggu oleh hewan atau tanaman¬tanaman lain yang merusak. Jika si pemilik rajin melindungi dan membersihkan dari pengganggu-penggangu tersebut, tentu tanaman itu akan tumbuh sempuma dan bisa menghasilkan buah yang terbaik. Tapi jika dibiarkan saja hidup, maka cepat atau lambat hama¬hama itu akan mengalahkan pertumbuhan tanaman yang tengah dipelihara. Sehingga hasilnya pun akan buruk dan tidak memuaskan, tergantung seberapa banyak hama yang mengganggunya.

Seperti tanaman, begitulah pohon iman. Ia membutuhkan perlindungan dari hama-hama yang bisa merusaknya yakni segala sikap dan perbuatan maksiat serta dorongan hawa nafsu. Selama ini berbagai hama tersebut terbukti sangat  ampuh dalam merusak iman yakni yang berupa penyakit hati seperti riya’, hasad, ‘ujub, takabbur, dendam, kufur nikrnat, kikir, serakah, berbohong, putus asa, munafiq, cinta dunia dan lain-lain.

Dengan demikian tugas seorang mukmin dalam menjaga kelangsungan hidup yang bahagia terfokus pada dua hal. Pertama, memberi air dan makanan kepada imannya berupa ilmu, ibadah dan amal shalih. Kedua, melindunginya dari segala penyakit yang bisa menghambat kesuburan iman seperti tersebut di atas.

Iman yang Membusuk

Dalam ayat berikutnya Allah menyebutkan perumpamaan kalimat yang buruk sebagai pohon yang buruk, yang mudah tercerabut dari tanah dan tidak bisa tegak. Ia tidak mempunyai akar dan pangkal yang kokoh, tidak pula cabang yang tinggi menjulang dan buah yang bagus.

Menurut Adh-Dhahhak, perumpamaan itu diberikan Allah untuk orang kafir yang segala tindak-tanduk kehi-dupannya tidak membawa manfaat apa-apa. Semua pe¬kerjaan dan perkataannya, termasuk yang baik, tidak ber¬kah dan sia-sia. Perumpamaan ini sejalan dengan perum¬pamaan yang dibuat Allah dalam firman-Nya yang lain:

“Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amal-amal mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demkian itu adalah kesesatan yang jauh. ” (Q.S. Ibrahim: 18)

“Mereka itulah orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Rabb mereka dan (kafir terhadap) perjumpaan dengan Dia. Maka hapuslah segala amal mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amal) mereka (itu) pada hari kiamat. ” (Q.S. Al-Kahfi: 105)

Sementara Ibnu Abbas berpendapat bahwa kalimat yang buruk adalah syirik. Syirik tidak mempunyai akar yang dapat dijadikan pegangan karena Allah tidak menerima amalan yang disertai syirik. Allah berfirman:

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, ‘Jika kamu mempersekutukan (syirik kepada Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi ‘. ” (QS. Az-Zumar: 65).

Baik kekufuran maupun kemusyrikan, oleh Allah sarna-sarna disebut tidak bisa tegak, seperti pohon yang akarnya lemah. Hanya keimanan yang bisa memberikan keteguhan, seperti firman Allah: “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan kalimat yang teguh, dalam kehidupan di dunia dan akhirat ‘. ” (Q.S. Ibrahim: 27)

Itulah sebabnya seorang mumin sejati pasti memiliki ketegaran dalam menjalani kehidupan. Mereka adalah orang-orang yang tangguh dan tidak mudah digoncang oleh cobaan dan godaan duniawi. Mereka adalah orang-orang yang konsisten dalam menjalani ketataan kepada Allah dan berani menegakkan kebenaran serta tak pemah gentar menghadapi tipu daya dan kezhaliman musuh¬musuh Allah.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: