Skip to content

Kronologi Tanah Perjanjian (bag.2)

November 25, 2009
tags:

Berikut sambungan dari kronologi bag 1 :

1937 Kongres Pan Arab diadakan di Bludan. Syria. yang membahas masalah Palestina dengan menentukan sikap bersama Arab.

1938 Kongres antara parlemen negara-negara Arab dan Islam diadakan di Kairo untuk pembelaan Palestina. Dicetuskan resolusi yang menuntut penghentian emigrasi orang-orang Yahudi, dan pembentukan negara Palestina yang merdeka, sebagai negara arab yang bersatu dan berswapraja.

1939 Setelah kegagalan Inggris menciptakan rekonsiliasi Arab Zionis atas masalah Palestina dalam Konferensi London, maka Inggris menerbitkan apa yang disebut sebagai buku putih yang memberlakukan berbagai pembatasan terhadap emigrasi Yahudi ke Pelestina dimasa depan. Namun nyatanya buku pulih itu hanyalah pengelabuan terhadap bangsa Arab. Inggris ternyata menolak melaksanakan isi buku putih dan tetap melaksanakan Deklarasi Balfour.

1944 Inggris secara terbuka memaparkan politiknya suatu kongres partai buruh yang berkuasa. yakni, “Membiarkan orang-orang Yahudi terus masuk ke negeri itu, jika mereka menghendaki manjadi mayoritas. Masuknva mereka terus-menerus akan juga mendorong keluarnya pribumi arab dari sana.”

1947 PBB memberikan rekomendasi pemecahan Palest ina menjadi dua, negara Arab dan Israel. Hal ini menampar prinsip keadilan. Suatu tragedi yang dipaksakan oleh Imperialis dan Zionis bersama-sama.

1948 Inggris mundur dari Palestina kerena mandatnya dari PBB sudah habis. Para pemukim Yahudi mengumumkan kemerdekaan negara Israel, sambil melakukan agresi bersenjata lerhadap rakyat Palest ina yang masih amat lemah. Sehingga menimbulkan peperangan dengan negara-negara Arab tetangganya. Sebelurn pelaksanaan pernbagian wilayah, Israel berhasil merebut daerah negara Arab Palestina yang telah ditetapkan oleh PBB. Sedangkan Tepi Barat (wilayah Yordania) Jalur Gaza (wilayah Mesir) masih berada di tangan Arab.

 

1948 13 Mei. Atas perintah Inggris pasukan Yordania yang dipimpin oleh panglima bangsa Inggris ditarik dari Palestina bersama pencegahan pasukan-pasukan Arab lainnya memasuki Palest ina, itu semua di saat menjelang habisnya masa perwalian Inggris di Pelstina.

1948 13 Mei .Gerornbolan-gerombolan bersenjata Yahudi Zionis menyerang dan mernbantai pribumi Pelestina termasuk perempuan dan anak-anak dalam jumlah yang mengerikan di setiap kota dan desa, antara lain Dyr Yassin, Haifa, Yerussalem, Jaffa dan Theberia dan lain-lain. Kola-kota dan desa tersebut direbut dan penduduknya mereka kosongkan, sebagian terbantai dan sebagian mengungsi keluar

1948 14 Mei. Yahudi menyatakan berdirinya negara Zionis ‘Israel’ di saat yang tepat yaitu sehari sebelum Inggris resmi meninggalkan Palestina dalam masa perwaliannya yang hampir habis. Hingga lahirlah negara baru Israel dalam perlindungan Imperialis Inggris. Suatu perencanaan yang paling cermat dalam sejarah imperialisme barat.

1948 15 Mei Inggris resmi meninggalkan Palestina saat agresi Yahudi bersenjata masih berlangung terhadap rakyat Pelestina yang masih amat lemah. Suatu kesempatan bagi Yahudi untuk menduduki lebih banyak lagi wilayah sebelum pelaksanaan pembagian wilayah oleh PBB bila sudah diserahkan oleh Inggris.

1948 15 Mei. Tentara Zionis Israel dari gerombolan ‘Hagana’, ‘Irgun’ dan lainnya dengan brutal masih terus menyerbu, kini ke Negeve (selatan Palestina) di saat pejuang Palest ina makin terpojok. Dua negara Arab,lrak dan Yordania dibawah Abdulllah dan Raja Abdullah telah diatur oleh Inggris berkhianat kepada rakyat Palestina dengan hanya menambatkan saja pasukan-pasukannya di Pelestina, tidak mempertahankan Palestina. Belakangan diketahui bahwa tanpa sepengetahuan dunia Arab, Raja Abdullah telah berkhianat dengan membuat persetujuan rahasia dengan Inggris. la menyetujui pembagian Palestina. Ini disernbunyikannya dengan rapi, dengan berbagai pernyataan palsu tentang pembelaannya terhadap Palestina.

1948 Okt. Akhirnya Yahudi merebut Negeve (Negeb) karen a segala kemudahan dari Inggris disebabkan pula oleh keterpukauan para pemimpin Arab saat itu. Inggris menyadari benar arti pentingnya Negeve unluk mengatasi terusan Suez.

 

1948 2 Des. Protes keras Liga Arab karena tindakan Amerika serta usaha-usaha sekutunya Inggris berupa berbagai dorongan dan fasilitas yang mereka berikan terus bagi imigrasi Yahudi Zionis ke Pelestina.

 

1956 Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser menasionalisasi terusan Suez. 29 Oklober, Israel dengan bantuan pasukan Inggris dan Perancis melancarkan serangan ke semenanjung Sinai sampai mendekati terusan Suez. Karena mendapatkan tekanan dari Amerika Serikat, Inggris dan Perancis menarik pasukannya. Peristiwa ini sebagai bukti. Zionis adalah ujung tombak imperialis Barat di Timur Tengah.

 

1958 Perang saudara di Libanon meletus untuk pertama kalinya sebagai kelanjutan dari politik devide et impera yang ditanamkan oleh Inggris dan Zionis.

 

1964 Para pemimpin Arab memutuskan pembentukan PLO (Palestina Liberation Orqanitation).

 

1967 Israel menyerang Mesir, Yordania dan Syria selama enam hari dengan dalih Serangan Pencegahan. Israel berhasil merebut Semenanjung sinai dan Jalur Gaza (Mesir), dataran tinggi Golan (Syria), Tepi Barat dan Yerussalem (Yordania). Israel dengan mudah menghancurkan angkatan udara ketiga negara itu, karena memperoleh bantuan informasi intelejen yang berasal dari Amerika Serikat sebelum melaksanakan serangan itu.

 

1967 November Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi nomor 242, untuk perintah penarikan mundur Israel dari wilayah yang direbutnya pada perang enam hari, pengakuan semua negara di kawasan itu dan menyelesaikan secara adil masalah pengungsi Palest ina.

 

1968 Israel melancarkan serangan ke Libanon dengan sasaran pangkalan pejuang Palestina di kamp pengungsi Karameh, namun kemudian dipukul mundur oleh pejuang Palest ina dan tentara Yordania.

 

1969 Yasser Aratat terpilih sebagai ketua Komite Eksekutit PLO.

 

1970 Karena kekuatan-kekuatan kelompok-kelompok gerilyawan Palestina di Yordania semakin kuat dan berbagai pembajakan pesawat sebagai publikasi perjuangan rakyat Palestina, menimbulkan permusuhan antara PLO dan Yordania. karena negara itu sebagai basis PLO dikecam oleh opini dunia. Akibatnya timbul perang saudara antara PLO dengan Yordania, dan berakhir dengan pengusiran markas PLO dari Yordania ke Libanon.

 

1973 6 Oktober. Mesir dan Syria menyerang pasukan Israel di Semenanjung Sinai dan dataran tinggi Golan pada hari puasa Yahudi Yom Kippur. untuk merebut kembali wilayahnya yang diduduki Israel. Pertempuran ini disebut Perang Oktober.

 

1973 22 Oktober. Dewan keamanan PBB mengeluarkan resolusi 338, sebagai perintah gencatan senjata, pelaksanaan resolusi 242 dan perundingan perdamaian di Timur Tengah.

 

1974 PLO ditegaskan sebagai wakil yang sah dari bangsa Palestina dalam sebuah Konferensi Puncak Negara-negara Arab di Rabat. Maroko.

 

1975 Kembali meletus perang saudara antar golongan di Libanon sebagai buah dari bibit yang ditanamkan dulu oleh Imperialis dan Zionis

 

1977 Presiden Mesir Anwar Sadat pergi ke Yerussalem tanpa berkonsultasi dengan Liga Arab.Ia menawarkan perdamaian, jika Israel bersedia mengembalikan seluruh  semenanjung Sinai. Tindakan ini mengakibatkan sistem Arab pecah menjadi beberapa kubu dan pertentangan pandangan politiknya. Negara-negara Arab mengecam

presiden Mesir itu sebagai pengkhianat.

 

1978 September. Mesir dan Israel menandatangani perjanjian Camp David yang diprakarsai oleh Amerika Serikat. Perjanjian itu memberikan otonomi terbatas kepada rakyat Palestina di wilayah-wilayah pendudukan. Israel tetap menolak berunding dengan PLO dan PLO menolak otonomi. Peristiwa ini mengakibatkan Mesir terisolir dari gelanggang politik Arab.

 

1978, 17 Menteri Luar Negeri yang secara kolektif merupakan dewan Liga Arab membentuk Komite Solidarttas Arab mengatasi gejolak-gejolak perpecahan di dalam sistem Arab.

 

1979 Israel dan Mesir menandatangani perjanjian damai di Washington, dimana Israel bersedia mengembalikan Semenanjung Sinai kepada Mesir, tetapi tetap menguasai Jalur Gaza. Negara-negara Arab menerapkan pemboikotan terhadap Mesir.

 

1979 Ayatullah Khomeinl memaklumkan Revolusi Islam di Iran yang menumbangkan rezim Syah Reza Pahlevi.

 

1980 Israel secara sepihak menyatakan bahwa rnulai musim panas 1980 kota Yerussalem yang didudukinya itu resmi menjadi ibukota Israel. Suatu kesewenangan yang kesekian kalinya, menampar prinsip keadilan di bumi ini.

1980 Pecah perang Iran – Irak yang berkepanjanqan sampai 8 tahun.

 

1982 Juni – Nopember Israel menyerang Libanon (mereka namakan operasi Gaiilea), dan bersama-sama milisi Phalangis membantai ratusan orang Palestina di perkemahan kaum pengungsi Sabra dan Shatilla di Beirut. Pemimpin Phalangis Bashir Gemayel terbunuh.

 

1983 Kedutaan besar Amerika Serikat dan Markas Korps Marinir Amerika di Beirut diledakkan oleh bom mobil bunuh diri.

 

1987 ‘Intitadah’ – perlawanan oleh orang-orang Palestina tanpa senjata terhadap tentara Israel mulai meledak di wilayah pendudukan Israel di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

 

1988 Desember Menlu Amerika, George P. Schultz membenarkan pembukaan dialog dengan PLO setelah Arafat mau mengakui hak keberadaan negara Israel.

 

1989 Mei Perdana Menteri Israel, Yitzhak Shamir. menyerukan pengakhiran keadaan perang antara negara-negara Arab dan Israel. dan pengakhiran boikot Arab terhadap Israel, serta mengajukan rencana perundingan perdamaian Arab-Israel, tetapi menolak berunding dengan PLO. Bulan September, Mesir menawarkan diri sebagai tuan rumah perundingan awal antara Israel dan wakll-wakil Palestina.

 

1989 Oktober. Menteri Luar Negeri Amerika Serikal James Baker mengajukan rencana lima butir perdamaian Timur Tengah, sebagai gabungan rencana Israel dan Mesir untuk melaksanakan pertemuan tiga pihak, yakni Mesir. Israel dan Amerika Serikat, guna mengadakan perundingan Israel dan Palestlna.

 

1990 Agustus. Irak menyerbu Kuwait. Ketua PLO Yasser Arafat menyatakan dukungannya kepada presiden Irak Saddam Hussein. Terjadi lagi perpecahan dan pergeseran persekutuan antar Arab menjadi dua kubu.

 

1991 Maret Presiden Amerika Serikal George Bush menyatakan berakhirnya perang Teluk dan membuka kesempatan bagi penyelesaian konflik Arab-Israel.

 

1991 Oktober Negara-negara Arab dan Israel mengadakan perundingan di Madrid, Spanyol dengan sponsor Amerika Serikal dan Uni Soviet, untuk menyelesaikan masalah konflik Arab-Israel.

 

1993 September PLO – Israel menyatakan saling mengakui eksistensi masing-masing, dan Israel memberi hak otonomi kepada PLO kota Yericho dan Gaza. Pengakuan itu mendapat reaksi kecaman keras baik dari pihak Radikal Israel maupun kelompok-kelornpok Palestina yang tidak setuju.

Demikianlah kronologinya walaupun hanya sampai tahun 1993 (selebihnya cari sendiri🙂 ) tapi setidaknya ada gambaran betapa Israel walaupun dahulu pernah dijanjikan atas Syam oleh Alloh sebagaimana tercantum dalam beberapa ayat AlQuran namun hak itu telah dicabut  akibat kedurhakaan mereka terhadap Alloh SWT.Dan hingga hari ini mereka masih menduduki tanah umat Islam dan menzalimi penduduknya,saudara-saudara kita sendiri.Hasbunalloh wa ni`mal wakiiil ni`mal maula wa ni`mal nashiir

 

 

 

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: