Skip to content

Kronologi Tanah Perjanjian (bag.1)

November 23, 2009
tags:

Kita pasti sudah sangat geram dengan perilaku Zionis Israel terhadap saudara-saudara kita di Palestina,tapi tahu gak sih apa gerangan yang membuat Zionis begitu getol dan yakin bahwa Palestina dan bahkan daerah sekitarnya (Syam) itu adalah hak mereka ?Kronolgi berikut diambil dari buku karangan Ahmad Deedat yang berjudul “Arab & Israel,Confict or Consiliation” dan diterjemahkan dengan “Dialog Islam-Yahudi,Damai atau Terus Konfik “.Karena panjang, maka dijadikan 2 tulisan,semoga bermanfaat.

2000 SM – 1500 SM Ibrahim melahirkan Ismail (Bapak bangsa Arab) dan Ishak (Bapak bangsa Israel). Ishak melahirkan Yakub yang kemudian namanya disebut Israel. Karena dilanda masa paceklik, Yakub dan keluarganya berimigrasi ke Mesir.

1550 SM – 1200 SM Mesir menjadi negara yang kuat dan bangsa Israel diperbudak Mesir.

1200 SM – 1100 SM Musa memimpin bangsa Israel meninggalkan Mesir, mengembara di padang Sinai, lalu menyerbu Palestina.

1100 SM – 1000 SM Yosua (Yusya) sebagai pengganti Musa, berhasil merebut Palestina. Lalu diganti oleh para Hakim untuk memimpin peperangan melawan penduduk pribumi Palestina.

1000 SM – 922 SM Bangsa Filistin (Palestina) melakukan perlawanan semakin hebat. dan para hakim tidak mampu membendung perlawanan tersebut. Akhirnya Samuel menunjuk Saul (Thalut), kemudian Daud, untuk menjadi raja bangsa Israel. Setelah berhasil menegakkan bangsa Israel Daud meninggal. kemudian diganti Sulaiman (Salomo)

922 SM – 800 SM Setelah Sulaiman meninggal, kerajaan Israel dilanda perang saudara, yang mengakibatkan kerajaan itu pecah menjadi dua. Kerajaan utara dberi nama Kerajaan Israel dengan ibukota Samaria dan yang selatan bernama kerajaan Yehuda dengan ibukota Yerusalem.

800 SM – 600 SM Karena kerajaan Israel sudah terlalu durhaka kepada Allah. Maka kerajaan ini dihancurkan oleh Alloh melalui penyerangan kerajaan Asyria. Sebagaimna dapat dibaca pada kitab suci Yahudi, Raja-Raja 14: 15 dan Raja-Raja 17:18.

600 SM – 500 SM Karena kerajaan Yehuda (Yahudi) juga durhaka kepada Alloh, maka kerajaan ini dibinasakan oleh Alloh melalui tangan Nebukadnezar dari Babilonia. Dalam kilab suci mereka, Raja-Raja 23: 27, sampai disini Yahudi sudah tidak mampunyai hak lagi pada tanah Yerussalem. Mereka diusir dari Yerussalem dan dipenjara di Babilonia.

500 SM – 400 SM Raja Persia, Cyrus yang berhasil meruntuhkan kerajaan Babilonia, rnengizinkan Israel kembali ke Yerussalem.

400 SM – 330 SM Gelombang kedua, Yahudi kembali ke Yerussalem dip imp in oleh Ezra (Uzair).

330 SM – 322 SM Yahudi dikuasai oleh Yunani. Alexander, raja Yunani, melakukan Hellenisasi terhadap bangsa-bangsa taklukannya, termasuk pada bangsa Yahudi.

300 SM – 190 SM Yunani pecah menjadi beberapa negara, dan para jendralnya saling bertikai berebut kekuasaan. Di awal abad kedua sebelum masehi, Yunani dikalahkan oleh Romawi. Dan Palestina dikuasai oleh imperium Romawi.

200 SM – 100 SM Makabe menegakkan Dinasti Hasmoni, terjadi perselisihan antar Yahudi, antara golongan Saduki dan Parisi.

1 M – 100 M Nabi lsa (Yesus) lahir,kemudian menjadi pemimpin gerilyawan melawan penguasa Romawi. Setelah Yesus tiada, Yahudi melakukan pemberontakan pertamakali melawan Romawi.

100 M – 200 M Pemberontakan Yahudi kedua kali dan yang ketiga, Palestina dihancurkan Romawi dan dijadikan daerah bebas Yahudi.

200 M – 300 M Bangsa Yahudi mengalami diaspora ke seluruh penjuru imperium Romawi

300 M – 400 M Kristen dijadikan agama resmi Romawi.

500-700 M Bangsa Yahudi merembes ke semenanjung Arabia, kemudian berimigrasi dalam jumlah besar ke wilayah itu, ketika Bizantium dan Sassani terlibat dalam peperanqan. Di masa Nabi Muhammad saw, mereka diu sir dari Madinah karena melakukan persekongkolan dengan pihak musuh Nabi Muhammad saw.

700-1.000 M Wilayah Islam meluas dari Laut Kaspia, Atrika Utara sampai Spanyol. Bangsa Yahudi hidup tentram di bawah naungan pemerintahan Islam. Bahkan bangsa Yahudi mendapatkan peluang untuk mengembangkan intelektualnya.

1.000-1.500 M Pasukan Salib menyerbu Islam dari barat dan Pasukan Mongolia menyerbu dari timur, sehingga kekuasaan Islam di barat dan di timur berakhir dalam keadaan yang tidak menguntungkan seperti ini, bangsa Yahudi mengungsi ke negara-negara Eropa.

1535 Inggris dan Perancis mulai berebut pengaruh di Timur Tengah yang mempunyai berbagai nilai strategis. Hingga Inggris meningkatkan kegiatan di dunia Arab dalam mengokohkan pengaruhnya.
1798 Napoleon menyerbu ke tirnur, dan mulai berpendapat bahwa orang Yahudi bisa diperalat untuk tujuan-tujuan Perancis di Timur Tengah. Pada waktu itu, Timur Tengah di bawah Kesultanan Ottoman (Utsmaniyah) Turki.

1831 Perancis mendukung pergerakan nasionalis Arab. Yakni, di Mesir dipimpin oleh Muhammad Ali, dan di Libanon oleh Pangeran Basyir. Tujuannya untuk membebaskan Syiria dari kesultanan Ottoman. Hal ini dirasakakan amat membahayakan bagi ambisi Inggris, setidaknya dalam lahap pengambil-alihan Timur Tengah sebagai koloni mereka dari Ottoman.

1835 Sekolah Yahudi yang pertama didirikan di Palestina. Pendukung dananya adalah seorang milyuner Yahudi Inggris, Sir Moshe Monteveury. Saat itu Inggris mulai berkampanye.
1838 Inggris membuka konsulat di Yerusalem, Palestina, yang merupakan perwakilan negara Eropa pertama di sana. Ini adalah suatu rencana imperialis jangka panjang.

1840 Inggris dibawah komando Neyer untuk pertama kalinya mendarat dipelabuhan Gunia (Libanon). Tujuannya adalah untuk menyerang pergerakan nasionalis dibawah pimpinan Pangeran Basyir dan Ibrahim yang ada di Syiria dan Libanon.

1840 kolonel H.Rose dan kolonel Charles Henry Churchil meletakkan akar pokok polttik Inggris. Caranya dengan politik pemecah belah dunia Islam (Arab) yang dimulai di Mesir dan Libanon.

1841 Inggris mendirikan keuskupan di Palestina, dan mengangkat seorang Yahudi Inggris, Michael Solomon Alexander, sebagai uskup pertama di Palestina Ini adalah langkah awal Inggris dalam rangka merintis negara Yahudi disana yang merupakan partner Inggris demi kepentingan ekspansi imperialis Inggrls di Timur Tengah.

1849 Milyuner Yahudi Inggris – Sir Moshe Monleveury bersama perwira Inggris seperti Golier, Jenderal Wern, kolonel Cuender, Arther Hollengshort dan lain-lain berkunjung ke Palestina untuk rnelaksanakan kampanye mendorong imigrasi orang Yahudi ke Palestina.

1860 Pertentangan antar golongan meledak di Libanon sebagai keberhasilan politik pecahbelah Inggris. Dan itu merupakan benih yang tertanam bagi keberantakan Libanon yang menyedihkan seperti yang kita saksikan sampai saat ini.

1882 Imigrasi besar-besaran orang-orang Yahudi ke Palestina sebagai keberhasilan kampanye Inggris dan Zionis yang berselubung agama, simpati, dan kemanusiaan bagi panderitaan orang Yahudi di Eropa saat itu.
1891 Para tokoh pribumi Palestina di Yerussalem mengirimkan petisi kepada pemerintah Ottoman di Konstanlinopel (Istambul), menuntut dilarangnya imigrasi besar-besaran ras Yahudi ke tanah Palestina.
1896 Yahudi dibawah Theodore Herzl telah merampungkan sebuah doktrin baru Zionisme sebagai suatu langkah gerakan politik untuk mendirikan negara Yahudi/Israel. Mereka mendapat inspirasi untuk menunggangi negara besar daiam merealisir rencananya.
1897 Theodore Herzl menggelar kongres Zionis dunia pertama di Basle, Swiss. Kongres itu bercita-cita mendirlkan negara Israel di Palestina. Keputusan Zionis itu mendapatkan dukungan Inggris, karena sesuai dengan strategi politik imperialismenya.
1916 Perjanjian rahasia (persekongkolan) Sykes-Picot oleh sekutu – Inggris, Perancis dan Rusia yang dibuat di saat yang tepat yaitu meletusnya Perang Dunia I, untuk mencengkeram wilayah Arab dari Kesultanan Ottoman (Khilalah Utsmaniyah) dan membagi-bagi di antara mereka. Inggris memperoleh pengendalian atas sebagian besar Palestina. Kecuali Galilea dibawah Perancis, bagian selatan dan Yerussalem diurus bersama. Sedang Syria dan Libanon bagi Perancis.
1917 Menteri luar negeri Inggris keturunan Yahudi Arthur James Baliour, dalam deklarasi Baliour, mermberitahu pemimpin Zionis Inggris Lord Rothschild bahwa Inggris akan memperkokoh pemukiman Yahudi di Palest ina dalam membantu pembentukan tanah air Yahudi di Pelestina. Lima tahun kemudian Liga Bangsa-Bangsa (sekarang PBB) ¬memberikan mandat kepada Inggris untuk menguasai Pelestina.
1929 Setelah pecahnya serangkaian pertikaian antara pribumi Arab Palestina dengan para pemukin Yahudi, maka Inggris mengutus kornisi Shaw dan John Hope Simpson untuk menyelidiki. Dan mereka pun menyimpulkan bahwa imigrasi besar-besaran Yahudilah penyebabnya.
1929 Passtifield White Paper dikeluarkan dari hasil perundingan utusan Inggris dengan masyarakat Palest ina. Rekomendasi tersebut untuk mengatasi pertikaian-pertikaian yang telah meledak antara pribumi Arab Palestina dengan minoritas pemukim Yahudi dan pemukim baru Zionis. Isinya menegaskan pembatasan yang ketat terhadap imigrasi orang-orang Yahudi yang merupakan pangkal kekisruhan di sana.
1931 Perdana Menteri Inggris Ramsey Mac Donald secara tegas menolak Passifield White Paper dalam surat resminya kepada tokoh Zionis Chaim Weizman. Sebagai akibatnya, arus imigran Yahudi semakin meledak. Dan ini menyebabkan peningkatan kerusuhan Arab-Yahudi sepanjang dekade 1930-an.
1936 Rakyat Arab Palestina memberontak terhadap pendudukan Inggris dalam upaya menghentikan imigran Yahudi yang semakin deras atas dukungan Inggris merampas ruang hidup rakyat Palestina. Satuan-satuan Inggrls, pemukim-pemukim Yahudi dan pemukim-pemukim baru Zionis mendapat serangan. (bersambung)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: