Skip to content

Sang Maestro Jihad (Mengenang 20 Tahun Wafatnya Abdullah Azzam)

November 21, 2009

“Aku rasa seperti baru berusia 9 tahun, 7 setengah tahun jihad di Afghan, 1 setengah tahun jihad di Palestina dan tahun-tahun yang selebihnya tidak bernilai apa-apa”.Sebuah ungkapan apresiatif yang menggambarkan bahwa kehidupan yang tidak dilalui dengan jihad sama dengan kehidupan yang sia-sia.Sebab dalam pandangannya jihad adalah jalan kemuliaan yang kekal.

Profil Syaikh Abdullah Azzam ;

Nama lengkap : Abdullah Yusuf Azzam

Lahir : Al Haritiya, Jenin,Tepi Barat Palestina tahun 1941

Wafat : Peshawar, Pakistan 24 November 1989

Kiprah : -Sekolah dasar dan menengah di desanya

-Kuliah di Akademi Pertanian Khaduri hingga memperoleh gelar Diploma

-Menjadi guru di Adder,selatan Yordania

-Kuliah Fakultas Syariah Universitas Damaskus hingga memperoleh gelar BA,1966

– Setelah pihak Yahudi mendudduki Tepi Barat,hijrah ke Yordan,1967

– Menerima Ijazah Master di dalam bidang Syariah dari Unversitas al-Azhar

-Menjadi dosen di Amman,setelah kekuatan PLO dipaksa keluar dari Yordan,1970

-Mendapat beasiswa kuliah di universitasa al- Azhar Mesir,1971 dan bersinggungan   dengan Ikhwanul Muslimin

-Memperoleh gelar Doktor dalam bidang Ushul Fiqh,1973

-Pindah ke Islamabad,Pakistan,1979 menjadi dosen di Intenational Islamic University

-Konsentrasi jihad di Afghanistan

24 Nopember (beberapa hari setelah tulisan ini diposting) adalah bertepatan dengan 20 tahun wafatnya seorang intelektual Islam sekaligus penggelora jihad abad 20,seorang yang menjadikan gaung jihad menggema kembali setelah sekian lama tidak pernah berkumandang di langit-langit dunia.Beliaulah yang berhasil menarik anak-anak muda ke medan jihad melalui satu pos jihad yang disebut Baitul Anshar(Rumah Para Penolong) dan dari tempat inilah pemuda-pemuda Islam dari berbagai belahan dunia datang dan diseleksi kemudian dilatih menggunakan senjata dan terjun ke medan perang.Baitul Anshar menjadi pusat pemberangkatan kaum muda Islam ke medan jihad,Afghanistan, waktu itu.

Dari “curiculum vitae” beliau diatas jelaslah bahwa selain kecerdasasan spiritual Alloh juga menganugerahkan kecerdasan intelektual yang tinggi,dan berkat daya retoriknya yang mempesona yang sanggup membuat generasi muda Islam sadar akan makna,tujuan dan pentingnya jihad tak salah jika majalah TIME menyebutnya “he was the reviver of jihad in the 20th century”.

Ada sebuah cerita tentang abudullah Azzam,saat beliau mengikuti sebuah perkemahan pada suatu acara semua yang mengikuti mukhayyam itu di perintahkan oleh komandan lapangan. “Kalian berlarilah mengelilingi lapangan ini sebanyak yang kalian bisa,” ujar komandan lapangan.Semua peserta perkemahan berlari. Namun setelah beberapa putaran, sudah ada yang menyerah, dan mereka yang menyerah beralasan bahwa “Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (2: 286), inilah yang saya mampu”.Begitu pula orang-orang yang menyerah selanjutnya, mereka selalu beralasan dengan ayat ke 286 di surat Al-Baqarah tersebut, dan yang sisa pun semakin banyak yang menyerah, sampai tinggal Abdullah Azzam sendiri, beliau terus berlari mengelilingi lapangan tersebut, sampai akhirnya beliau pingsan.Dan setelah sadar beliau ditanya oleh komandan lapangan “ Mengapa anda berlari sampai pingsan begini, kan sudah saya bilang bahwa anda berlari semampu anda”, lalu Abdullah Azzam menjawab “inilah yang saya mampu, sesuai yang anda perintahkan“.Yang dimaksud oleh Abdullah Azzam adalah makna sebenarnya dari “Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”, bahwa perintah harus dijalankan sesuai isinya. Di sisi lain, upaya apapun harus dilakukan dengan upaya yang optimal di batas kemampuan seseorang. Itulah salah satu pelajaran yang diberikan Abdullah Azzam.

Syaikh Abdullah Azzam juga mewarisi beberapa karya tulis yang isinya rata-rata mengenai panduan jihad,diantaranya :Ensiklopedi Jihad Afghan yang terdiri dari 11 jilid,Hijrah dan I`dad,Penghancuran Khilafah dan Pembangunannya Kembali,Ayat ArRahman di Jihad Afghan,Pembelaan Terhadap Tanah Kaum Muslim dan lain sebagainya.

Bukan jihad namanya kalau tidak mengundang kebencian musuh-musuh Alloh,begitu juga dengan apa yang beliau perjuangkan.Sebuah percobaan pembunuhan berhasil digagalkan ketika sebuah bom diletakkan di bawah mimbar yang biasa beliau gunakan untuk menyampaikan khutbah Jumat ditemukan tukang sapu masjid,24 Oktober 1989.Sebulan kemudian ,Jumat 24 Oktober 1989 sebuah bom berkuatan tinggi berkisar 20 kg TNT yang ditanam musuh Islam di sebuah gang kecil menuju masjid Subu`ul Lail,Peshawar Pakistan berhasil meledak. Bersama beliau ada pula dua anaknya Muhammad dan Ibrahim serta anak dari Syaikh Tamimal Adnani.Mobil mereka hancur begitu pula dengan tubuh anak-anaknya,namun tubuh Abdullah Azzam ditemukan bersandar pada sebuah tembok, dalam keadaan sempurna dan tiada luka atau cedera kecuali sedikit darah yang mengalir dari bibirnya.

Syaikh Abdullah Azzam gugur dengan cara yang indah.Beliau menemukan apa yang dicari setiap mujahid  sepanjang jaman,mati syahid.

Ada beberapa nasiahat dari Syaikh Abdullah Azzam yang perlu kita renungkan :

”Sungguh ajaran Islam tidaklah ditulis kecuali dengan darah para syuhada,dengan sejarah para syuhada dan dengan teladan para syuhada.”

”Wahai anak-anak Islam!Biasakan dirimu dengan kebisingan bom-bom,peluru mortir dan pekikan senapan dan tank.Jauhilah kemewahan.Wahai kaum muslimin,berimanlah dengan apa yang diimani oleh generasi pertama umat Islam,amalkanlah kebaikan,baca dan hafalkanlah al-Quran.Berhati-hatilah dengan apa yang kau katakan.Shalatlah pada malam hari,amalkan puasa sunat,carilah teman pergaulan yang baik dan ikutlah dalam pergerakan Islam.”

“Saya tidak akan pernah meninggalkan tanah jihad kecuali dalam tiga kondisi.Saya terbunuh di Afghanistan atau saya terbunuh di Peshawar atau sayadiborgol dan dikeluarkan dari Pakistan.”

Abdullah Azzam dimakamkan dipemakaman syuhada di Pabi namun semangat jihad dan warisan intelektualnya tidak akan ikut terkubur,menjadi pegangan banyak mujahid hingga kini dan menjadi amal sholih beliau yang tidak putus,Insya Alloh.Selamat jalan Syaikh.

(Ghzyfth-dari berbagai sumber)

One Comment leave one →
  1. ahmad.fauzan permalink
    Desember 29, 2009 4:01 pm

    assalamualaikum wr wb

    maaf abi kaga ada komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: