Skip to content

Ghozwul Fikri

November 8, 2009

Membahas tentang ghozwul fikri tidak bisa lepas dari sejarah perang salib,sebuah perang panjang antara umat Islam dan Nasrani yang memakan waktu tidak kurang dari 2 abad terdiri dari tujuh gelombang.Pemicunya adalah seruan Kaisar Alexius Comenent dari Konstantinopel kepada Paus Urbanus II dan para raja di Eropa agar menyerang negeri-negeri Islam secara serentak terhadap kekuasaan Turki Seljuk (orang-orang Turki yang sudah memeluk Islam) yang mengancam kerajaan Byzantium di Konstantinopel.Yang kedua adalah permintaan Peter Aimens,seorang pendeta bangsa Perancis kepada Paus di Roma agar membantu orang-orang Kristen yang mau berziarah ke Baitul Maqdis (Palestina) yang saat itu dikuasai oleh orang-orang Islam. Dua dorongan tersebut di atas, menyebabkan Paus Urbanus II memerintahkan Peter Amiens untuk menghasut dan mengobarkan perang kepada rakyat Eropa untuk memerangi kaum muslim guna merebut Baitul Maqdis.Dan akhirnya genderang perang salib pun ditabuh pada 15 Agustus 1096 M.
Dari serangkaian serangan dalam perang ini,kaum Nasrani yang lebih banyak menderita kekalahan yang membuat mereka berfikir keras bagaimana cara mengalahkan kaum muslimin.Sampai suatu ketika seorang petinggi kaum Palangis (Pasukan Nasrani) tertangkap oleh pejuang Agama Allah dan ditawan. Sang petinggi ini diperlakukan sangat baik selama ditawan. Ada satu hal yang membuatnya berfikir,setiap malam ia memperhatikan sang penjaga yang berlinangan air mata saat membaca kitab sucinya.Bagaimana seorang yang begitu perkasa di siang hari di medan tempur dapat menangis sedemikian rupa di malam hari ketika membaca Al-Quran?.Akhirnya sampai pada suatu kesimpulan bahwa disitulah letak kekuatan kaum Muslimin.
Selama beberapa pertempuran kaum Muslimin, ternyata ada suatu sumber Kekuatan Yang Maha Dahsyat yang memberikan motivasi yang begitu kuat bagi kaum Muslimin. Ia lalu mengirim surat kepada pasukannya yang mengabarkan bahwa jika ingin mengalahkan kaum Muslimin tidak dapat secara fisik tetapi mereka harus dijauhkan terlebih dahulu dari Al-Quran. Maka setelah perang salib gelombang terakhir (1248-1254) berakhir,dimulailah perang salib baru dengan metode dan cara-cara peperangan yang sama sekali berbeda,perang yang dalam dunia Islam dikenal dengan ghozwul fikri.Cara memerangi kaum salib terhadap kaum muslimin kali ini dengan berbekal pada hasil kesimpulan mereka pada perang salib yaitu menjauhkan kaum muslimin dari Al Quran (agamanya).Ini bisa simak dari pernyataan beberapa tokoh mereka, pada tahun 1933, dalam suatu Konferensi misionaris di Al-Quds, Zweimer, berkata, “Sesungguhnya tugas kalian ialah mengeluarkan Kaum Muslimin dari agamanya supaya dia menjadi seorang makhluk yang tidak ada hubungannya dengan Allah. Dengan sendirinya dia akan menjadi seorang yang tidak merasa terikat dengan akhlak yang selama ini menjadi landasan hidup semua umat. Karena itu, kalian kami tugaskan untuk mengeluarkan si Muslim dari Islam. Dengan sendirinya generasi Muslim berikutnya akan sesuai dengan apa yang dikehendaki kaum penjajah, tidak mengindahkan masalah besar, senang bersantai, dan tertarik kepada dunia serta hidup dalam pemuasan nafsu dan pada akhirnya mereka rela mengorbankan miliknya yang paling berharga”.Zweimer selanjutnya berkata, “Sejak tahun 1882 politik penjajah telah menguasai kurikulum pengajaran di sekolah dasar dengan menghapus pengajaran Al-Quran dan sejarah Islam. Dengan demikian ia telah menciptakan suatu generasi yg bukan Muslim, bukan Nasrani, dan bukan Yahudi, yakni generasi yg labil, materialistis, tidak percaya akidah, tidak tahu kewajibannya kepada agama, dan tidak memuliakan tanah airnya(Islam-pen.). Gladstone, salah seorang perdana menteri Inggris pernah berkata, “Selama Al Qur’an ini ada di tangan ummat Islam, tidak mungkin Eropa akan menguasai dunia Timur, percuma memerangi umat Islam, kita tidak akan mampu menguasainya selama di dada pemuda-pemuda
Islam al-Qur’an masih bergelora. Tugas kita kini adalah mencabut al-Qur’an hati mereka, baru kita akan menang dan menguasai mereka.”

Bukan hanya kaum nasrani,Yahudi juga mempunyai pendapat yang sama. Seorang Ketua Asosiasi Agen Yahudi pada sebuah Konferensi di Yerussalem dalam pidatonya pernah mengatakan : “Tujuan misi yang telah diperjuangkan bangsa Yahudi dengan mengirim Saudara ke negara Islam, bukanlah mengharapkan kaum Muslimin beralih ke Agama Yahudi, tetapi tugasmu adalah mengeluarkan mereka dari Islam dan tidak berfikir mempertahankan Agama Allah atau berdialog dengan-Nya”.

Pengertian Ghozwul Fikri

Secara bahasa-Ghozwul Fikri terdiri dari dua kata : Ghaz dan al Fikr. Ghaz atau ghozwah berarti perang/serangan, serbuan atau invasi. Fikr berarti pemikiran. Serangan atau serbuan disini berbeda dengan serangan atau serbuan di Qital (Perang fisik).

Secara istilah-Penyerangan dengan berbagai cara terhadap pemikiran umat Islam guna merubah apa yang ada di dalamnya sehingga tidak lagi bisa mengeluarkan darinya hal yang benar karena telah tercampur aduk dengan hal yang tidak Islami.
Tujuan Ghozwul fikri
Di antara tujuan ghozwul fikri adalah :

1.Menghambat kemajuan umat Islam agar tetap menjadi pengekor Barat.

2.Menjauhkan umat Islam dari Al-Quran dan As Sunnah dan ajaran-ajarannya. Dengan keraguan-keraguan dan penyesatan terhadap umat Islam, ghozwul fikri menyeret orang-orang awam ke jurang yang memisahkan mereka dari keislaman-nya.

3.Memurtadkan umat Islam bila mampu. Inilah yang digambarkan Al Quran dalam surat Al baqarah ayat 217 “Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”
Metode Ghozwul fikri
1.Tasykik (Pendangkalan/peraguan). Gerakan yang berupaya menciptakan keraguan dan pendangkalan kaum Muslimin terhadap Agamanya.Contohnya seperti berbagai macam pendapat nyeleneh tentang pluralisme,liberalisme yang ditebarkan para orientalis dan kaki tangan mereka lewat media cetak dan elektronik berhasil menyita perhatian kaum muslimin dan mengeruk sebagian besar potensinya, baik untuk melakukan kajian, bantahan dan pelurusan.

2.Tasywih (Pencemaran/Pelecehan). Upaya kaum kafir untuk menghilangkan kebanggaan kaum Muslimin terhadap Islam dengan menggambarkan Islam secara buruk.Contohnya adalah penggambaran Rasululah sebagai sosok teroris,banyak istri (suka kawin) dll.na’udzubillah

3.Tadhil (Penyesatan). Upaya orang kafir menyesatkan umat mulai dari cara yang halus sampai cara yg kasar.Cara yang halus misalkan pemberian bantuan beasiswa, pelayanan sosial, pelayanan kesehatan yang di dalamnya diselipkan misi-misi pemurtadan.Sedangkan cara yang kasar seperti pacarisasi,hamilisasi (memacari atau menghamili wanita Islam kemudian memurtadkan).

4.Taghrib (Pembaratan/westernisasi/Kafirinisasi). Gerakan yang sasarannya untuk mengeliminasi Islam. Mendorong kaum Muslimin agar mau menerima seluruh pemikiran dan perilaku orang kafir.Contohnya adalah budaya Valentine,Helloween,perayaan tahun baru dll.
Sarana-sarana Ghozwul fikri

Untuk mencapai tujuan-tujuannya, ghozwul fikri menggunakan berbagai macam sarana, antara lain :

1.Lembaga-lembaga pendidikan. Lewat sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, ghozwul fikri ditanamkan. Mulai dari menjauhkan ajaran agama dari kurikulum sekolah, membuat sistem pendidikan yang menghasilkan manusia yang tidak mengerti agama, pendidikan yang memfokuskan aspek kognitif dst.

2.Lembaga-lembaga sosial seperti pelayanan kesehatan, bantuan-bantuan yang didalamnya terdapat upaya untuk menjauhkan umat Islam dari agamanya dan kalau mampu mereka memurtadkannya.

3.Media cetak dan elektronik yang selalu menampilkan acara-acara TV yang menebarkan kesyirikan, kehidupan sekuler, kebebasan seksual dan hal-hal yang merusak moral bangsa.

4.Pusat-pusat kebudayaan yang mengenalkan budaya barat yang permisif, pergaulan bebas, dsb.
Kelebihan Ghozwul fikri

Kelebihan Ghozwul fikri dibanding peperangan fisik antara lain:
1.Dana yang dibutuhkan tidak sebesar dana yang diperlukan untuk perang fisik.
2.Sasaran ghozwul fikri tidak terbatas,dapat menyentuh banyak aspek kehidupan.
3.Serangannnya dapat mengenai siapa saja, dimana saja dan kapan saja.
4.Tidak ada korban dari pihak penyerang.
5.Sasaran yang diserang tidak merasakan bahwa sesungguhnya dirinya dalam kondisi diserang.
6.Dampak yang dihasilkan sangat fatal dan berjangka panjang.
7.Penyerang dapat sekaligus mendapat keuntungan materi.

Cara menangkal Ghozwul fikri

1.Mendekatkan diri kepada Allah SWT (menjadi pribadi yang bertakwa).Dengan ketakwaan inilah Allah SWT akan menganugerahkan furqon kepada diri kita (lihat QS 8:29) sehingga kita dapat membedakan mana jalan yang benar dan salah.

2.Memperbanyak ilmu.Yang dimaksud disini adalah ilmu-ilmu agama,ilmu adalah cahaya yang dengannya sesuatu yang disamarkan oleh musuh-musuh Islam akan menjadi jelas dan terang benderang serta kebenaran yang sengaja ditutup-tutupi akan tampak.
3.Aktif dalam majelis-majelis dan lembaga-lembaga keIslaman (berjamaah).Dengan adanya majelis-majelis dan lembaga-lembaga ini diharapkan akan terjadi proses tawasaul bilhaq tawasaul bishshobr sehingga semua informasi negatif yang masuk akan dapat dinetralisir. (lihat QS 103:1-3 dan 4:83)
4.Berdakwah.Menyeru kepada sekalian umat Islam dan kaum muslimin agar mereka tetap berpegang dan menegakkan diin-Nya sekaligus meng-counter berbagai serangan pemikiran dari musuh-musuh Islam.

8 Komentar leave one →
  1. efull permalink
    November 15, 2009 6:07 pm

    kreeen!!!

  2. heru wiharso permalink
    November 19, 2009 12:11 pm

    remaja Islam harus baca yang ini, agar paham bagaimana sikap orang-orang kafir terhadap umat Islam.

  3. November 20, 2009 5:28 pm

    Yap btul hruz dbaca, tsuma mngcounter ssuatu yg mnjdi Hadhloroh kaum ghoiril maghdub wa dhooloin. Btapa umat yg mmeluk agama hanif ini, telah sgt bgtu lama dan hmpir tak sadar bhwa tgn-tgn mrka mmbelai kterlenaan yg berakhir dtmpt yg tdk smestinya…

    Allahumma ngshuril fii mujahidien filishtien wa kulli makan..

  4. izy permalink
    Desember 10, 2009 10:09 pm

    alhamdulillah, bisa untuk berbagi ilmu,, sungguh bermanfaat….

  5. saepudin permalink
    Januari 14, 2010 6:31 pm

    media sprti ini hrus dprbnyak lgi agar umat islam bs lbh tau dan lbh pntar lg dlm mnghdapi prjalanan hdup yg smkin mngkhwtrkan bg umat islam sndri.

    islam or die!!!

  6. endang turwa permalink
    Februari 18, 2010 8:42 pm

    alhamdulilah… tercerahkan

  7. Agustus 3, 2010 1:02 pm

    great…….

  8. Juli 20, 2013 11:14 am

    Would the creator of this post mind if we share this article on our personal website or personal social media accounts
    like Facebook and Twitter?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: